Indonesia ternyata jadi salah satu negara paling oke untuk industri halal, lho! Berdasarkan laporan keren State of the Global Islamic Economy Report, Indonesia berhasil menempati posisi ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI) tahun 2023/2024.
Gimana enggak, Indonesia cuma kalah dari Malaysia dan Arab Saudi! Tapi hebatnya lagi, posisi Indonesia sukses mengungguli negara-negara kaya seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Iran, Turki, bahkan Singapura. Wow, keren kan?
Nggak heran Indonesia jadi top banget di industri halal, soalnya negara ini punya populasi muslim yang super besar! Menurut data terbaru dari Ditjen Dukcapil Kemendagri, jumlah penduduk muslim di Indonesia mencapai 245,97 juta jiwa, atau sekitar 87,08 persen dari total populasi, per semester I/2024. Kebayang kan, betapa besarnya pasar potensial yang ada?
Nah, dengan ceruk pasar yang gede dan menjanjikan ini, banyak banget startup lokal yang nggak mau ketinggalan untuk ikut meramaikan. Menurut laporan Tech in Asia, ada sekitar 60 startup muslim di Indonesia yang siap menggarap pasar ini. Seru banget, kan?
Beberapa startup ini bahkan beroperasi dengan prinsip-prinsip syariah, sementara yang lain punya layanan berbasis syariah atau menyediakan produk halal di platform mereka. Semuanya ikut mendukung pertumbuhan industri halal di Indonesia!

Nah, startup-startup muslim di Indonesia ternyata nggak cuma fokus di satu bidang aja! Mereka merambah berbagai segmen industri yang super menarik. Berikut ini beberapa segmen startup muslim yang bisa bikin kita makin paham bagaimana mereka bergerak:
- P2P lending: Ini layanan keuangan yang mempertemukan pemberi pinjaman dan penerima pinjaman dengan skema syariah. Jadi, pinjam-meminjam lebih aman dan sesuai prinsip Islami.
- Bank digital: Bank syariah yang seluruh layanannya berbasis online. Praktis dan tetap sesuai dengan aturan syariah.
- Investasi: Aplikasi yang memudahkan investor untuk beli dan jual produk investasi syariah. Cocok buat yang mau investasi dengan tetap sesuai aturan Islami.
- Crowdfunding: Platform yang memfasilitasi penggalangan dana untuk proyek atau usaha dengan sistem syariah. Jadi bisa mendukung banyak proyek kreatif dan sosial yang sesuai prinsip Islami.
- Asuransi: Ada yang bikin produk asuransi syariah sendiri, ada juga yang bantu distribusi produk asuransi syariah dari perusahaan lain. Teknologi mereka juga bikin operasional asuransi jadi lebih mudah.
- Pembayaran: Layanan transaksi digital yang syariah-friendly. Kirim uang atau belanja online jadi lebih tenang karena mengikuti prinsip-prinsip Islami.
- Paylater: Layanan cicilan syariah untuk beli barang atau jasa. Jadi bisa belanja sekarang, bayar nanti, tapi tetap sesuai syariah.
- Pembiayaan: Startup yang kasih layanan pembiayaan syariah buat individu atau bisnis. Jadi modal usaha atau kebutuhan lainnya bisa terpenuhi tanpa riba.
- Pendidikan: Platform online, aplikasi, atau software yang bikin pendidikan Islami lebih mudah diakses. Cocok banget buat kamu yang mau belajar lebih banyak tentang agama.
- Software as a Service (SaaS): Pengembangan software bisnis berbasis online yang tetap sesuai prinsip syariah. Mempermudah bisnis untuk berkembang tanpa melanggar aturan agama.
- Manajemen kekayaan: Layanan perencanaan keuangan dan investasi yang membantu mengelola harta sesuai prinsip syariah.
- Blockchain: Teknologi canggih yang mulai dimanfaatkan untuk solusi berbagai bidang, tapi tetap dalam bingkai syariah. Menarik, kan?
- E-commerce: Platform jual-beli online dengan sistem yang mengikuti prinsip-prinsip syariah. Jadi, belanja tetap halal!
- Kencan daring: Buat yang lagi cari pasangan, ada juga platform atau aplikasi kencan online yang syariah-friendly. Jadi nggak cuma nyaman, tapi juga sesuai dengan ajaran agama.
Startup-startup ini beneran bikin segalanya lebih mudah, tapi tetap sesuai dengan prinsip Islami. Mantap gak tuuuh!
Lebih dalam lagi, ternyata segmen crowdfunding jadi primadona bagi startup muslim di Indonesia! Dari total, ada 15 startup muslim yang beroperasi di segmen ini. Mayoritas dari mereka menawarkan layanan donasi, zakat, dan urun dana berbasis syariah, seperti AmalSholeh, Digizakat, Zakatpedia, BenihBaik, Kitabisa, FundEx, dan Xaham. Layanan ini bikin lebih mudah buat kita yang ingin berdonasi atau menunaikan kewajiban zakat secara online, sesuai dengan prinsip Islami.
Selanjutnya, ada tujuh startup muslim yang bermain di segmen P2P lending syariah. Startup di bidang ini beroperasi di bawah aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jadi, kamu bisa melakukan pinjaman atau memberi pinjaman dengan tenang karena sudah terjamin sesuai syariah.
Lalu, enam startup muslim lainnya bergerak di bidang perdagangan dan investasi. Meskipun nggak semuanya beroperasi 100% berdasarkan hukum Islam, beberapa di antaranya menyediakan layanan investasi reksa dana syariah seperti Bareksa, Ajaib, dan Bibit.
Di segmen e-commerce, ada juga enam startup muslim. Empat di antaranya adalah bagian dari platform e-commerce raksasa yang menyediakan laman khusus produk halal, seperti Tokopedia Salam, Blibli Hasanah, Lazada Amanah, dan Shopee Barokah. Belanja kebutuhan sehari-hari jadi makin praktis dan syariah-friendly!
Soal pendanaan, startup muslim di Indonesia ternyata nggak main-main. Dari 2017 hingga 2024, total pendanaan yang diumumkan mencapai US$897,72 juta atau sekitar Rp14,05 triliun. Ini baru data dari pendanaan yang diumumkan secara publik, jadi angka aslinya bisa lebih besar! Puncak pendanaan terjadi pada 2021, di mana ada 12 kesepakatan yang mencapai nilai US$438,02 juta (Rp6,85 triliun).
Dari semua startup muslim yang beroperasi dengan prinsip syariah, Evermos jadi yang paling mencetak pendanaan terbesar. Selama periode 2017-2024, startup ini berhasil menghimpun modal sebesar US$77,2 juta atau sekitar Rp1,21 triliun. Luar biasa!




Add a Comment